Buku ini mengajak pembaca menelusuri perjalanan panjang kurikulum Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) dari masa ke masa. Lebih dari sekadar catatan kebijakan, buku ini mengulas bagaimana kurikulum dibentuk oleh ideologi, budaya, politik, dan kebutuhan zaman, serta bagaimana ia bekerja di ruang kelas dan memengaruhi cara berpikir serta identitas generasi muda.
Disajikan secara runtut dan kritis, buku ini membedah anatomi kurikulum PBSI mulai dari landasan filosofis, psikologis, sosiokultural, hingga teknologi, serta mengkaji setiap periodisasi kurikulum—dari awal kemerdekaan, era transisi, Kurikulum 2013, hingga Kurikulum Merdeka.
Ditujukan bagi mahasiswa, pendidik, peneliti, dan pemerhati pendidikan, buku ini tidak hanya menjadi referensi akademik, tetapi juga bahan renungan untuk merancang pembelajaran bahasa yang relevan, humanis, dan bermakna bagi masa depan bangsa.